Home / Artikel Islami / Beberapa Keyakinan dalam Masalah Iman

Beberapa Keyakinan dalam Masalah Iman

Di bawah ini adalah beberapa keyakinan dalam masalah iman.

1. Keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah Terkait Iman

Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Iman adalah keyakinan dalam hati, perkataan dalam lisan dan amalan dengan anggota badan.

Dalil yang menunjukkan keyakinan ahlus sunnah adalah hadits Abu Hurairah,

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35)

Perkataan ‘laa ilaha illallah’ menunjukkan bahwa iman harus dengan ucapan di lisan.

Menyingkirkan duri dari jalanan menunjukkan bahwa iman harus dengan amalan anggota badan. Sedangkan sifat malu menunjukkan bahwa iman harus dengan keyakinan dalam hati, karena sifat malu itu di hati. Inilah dalil yang menunjukkan keyakinan ahlu sunnah di atas.

Sehingga iman yang benar jika terdapat tiga komponen di dalamnya yaitu:

  1. Keyakinan dalam hati
  2. Ucapan dan lisan
  3. Amalan dengan anggota badan

Secara jelas keyakinan Ahlus Sunnah mengenai iman termaktub dalam perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah di mana beliau berkata:

فَصْلٌ : وَمِنْ أُصُولِ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ أَنَّ الدِّينَ وَالْإِيمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ ، قَوْلُ الْقَلْبِ وَاللِّسَانِ ، وَعَمَلُ الْقَلْبِ وَاللِّسَانِ وَالْجَوَارِحِ ، وَأَنَّ الْإِيمَانَ يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ ، وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ .

“Fasal: Di antara pokok akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bahwa agama dan iman terdiri dari: perkataan dan amalan, perkataan hati dan lisan, amalan hati, lisan dan anggota badan. Iman itu bisa bertambah dengan melakukan ketaatan dan bisa berkurang karena maksiat.”

2. Keyakinan Murjiah Terkait Iman

Iman adalah keyakinan dalam hati dan ucapan di lisan saja.

3. Keyakinan Karomiyah Tentang Iman

Iman adalah ucapan di lisan saja.

4. Keyakinan Jabarriyah Tentang Iman

Iman adalah pengenalan dalam hati saja.

5. Keyakinan Mu’tazilah Tentang Iman

Iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dalam lisan dan amalan anggota badan. Namun ada sisi yang membedakan Mu’tazilah dan Ahlus Sunnah. Mu’tazilah menganggap bahwa pelaku dosa besar hilang darinya cap iman secara total dan kekal di neraka. Sedangkan Ahlus Sunnah, pelaku dosa besar masih diberi cap iman, akan tetapi ia dikatakan kurang imannya dan tidak kekal dalam neraka jika memasukinya.

Dinukil dari artikel : Iman: Keyakinan, Lisan dan Amalan


Check Also

Ilustrasi Ibadah

Telat Shalat, Telat Segalanya

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA Telat Memiliki Dampak Buruk Kata “telat” kerap identik dengan sesuatu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *