Septyan Widianto https://www.septyanwidianto.web.id Catatan Harian Septyan Wed, 22 Jan 2020 05:41:32 +0700 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3 https://www.septyanwidianto.web.id/wp-content/uploads/2019/05/cropped-ava-32x32.png Septyan Widianto https://www.septyanwidianto.web.id 32 32 Larangan Bagi Wanita Mendatangi Tempat Membuka Aurat https://www.septyanwidianto.web.id/larangan-bagi-wanita-mendatangi-tempat-membuka-aurat/ https://www.septyanwidianto.web.id/larangan-bagi-wanita-mendatangi-tempat-membuka-aurat/#respond Mon, 27 Jan 2020 02:00:15 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1271 Wahai Wanita, janganlah mendatangi tempat-tempat yang di dalamnya wanita membuka aurat, meski hal itu atas persetujuan suami. ( Kumpulan hadist seputar wanita ) Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَدْخُلِ الْحَمَّامَ بِغَيْرِ إِزَارٍ، وَمَنْ كَانَتْ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يُدْخِلْ حَلِيْلَتَهُ الْحَمَّامَ، ...

Read moreLarangan Bagi Wanita Mendatangi Tempat Membuka Aurat

The post Larangan Bagi Wanita Mendatangi Tempat Membuka Aurat appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Wahai Wanita, janganlah mendatangi tempat-tempat yang di dalamnya wanita membuka aurat, meski hal itu atas persetujuan suami. ( Kumpulan hadist seputar wanita )

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَدْخُلِ الْحَمَّامَ بِغَيْرِ إِزَارٍ، وَمَنْ كَانَتْ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يُدْخِلْ حَلِيْلَتَهُ الْحَمَّامَ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَجْلِسْ عَلَى مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا بِالْخَمْرِ. التِّرْمِذِيُّ

“Setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia memasuki pemandian umum kecuali dengan memakai kain penutup tubuh.

Setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia memasukkan istrinya ke pemandian umum.

Setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia duduk di meja hidangan yang di atasnya diedarkan khamr”.

[HR. At-Tirmidzi. Dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi]

Faedah Hadist

  1. Suami akan dimintai pertanggungjawaban mengenai kepemimpinan atas istrinya di hari kiamat. Dia akan dihisab atas berbagai perbuatannya terhadap istri.
  2. Melaksanakan tanggungjawab terhadap sang istri dengan baik merupakan indikator keimanan suami kepada Allah dan hari akhir.
  3. Wanita diharamkan memasuki pemandian umum seperti kolam renang umum, ruang sauna, atau tempat-tempat sejenis, dimana para wanita menampakkan auratnya.
  4. Sudah menjadi kewajiban bagi istri untuk membantu sang suami agar ia bisa melaksanakan tanggungjawab terkait diri sang istri dengan baik.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

The post Larangan Bagi Wanita Mendatangi Tempat Membuka Aurat appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/larangan-bagi-wanita-mendatangi-tempat-membuka-aurat/feed/ 0
Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan https://www.septyanwidianto.web.id/orang-baik-bukan-berarti-bebas-cobaan/ https://www.septyanwidianto.web.id/orang-baik-bukan-berarti-bebas-cobaan/#respond Sun, 26 Jan 2020 02:00:33 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1274 Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan. Tetaplah Teguh Ketika Cobaan Datang Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam bukan berarti UJIAN, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa. Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan BERBAIK SANGKALAH kepada Allah. Ingat selalu firman-Nya: وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ ...

Read moreOrang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan

The post Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan.

Tetaplah Teguh Ketika Cobaan Datang

Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam bukan berarti UJIAN, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa.

Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan BERBAIK SANGKALAH kepada Allah.

Ingat selalu firman-Nya:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah *benar-benar tahu orang-orang yang tulus* dan orang-orang yang dusta”.

[Al-Ankabut: 2-3].

Baca juga: Besarnya Pahala Tergantung Dengan Besarnya Cobaan

Para Nabi Paling Berat Menerima Cobaan

Ingat pula Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang paling baik (setelahnya), lalu orang yang paling baik (setelahnya). Maka siapa yang agamanya berbobot, cobaannya juga berat. Siapa yang agamanya lemah, cobaannya juga ringan. Dan sungguh seseorang akan terus ditimpa cobaan, hingga dia berjalan di tengah-tengah manusia tanpa dosa sedikitpun”.

[Shohihul Jami: 993].

Jangan lupa juga perkataan Syeikh Abdul Qodir Jaelani rahimahullah:

“Wahai anak kecilku, sungguh musibah itu datang BUKAN untuk membinasakanmu, namun dia datang untuk menguji kesabaran dan imanmu. Wahai anak kecilku, cobaan itu (ibarat) hewan buas, dan hewan buas itu tidak akan memangsa bangkai”.

[Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim, 4/178].

Baca juga: Ujian dan Kesusahan Adalah Rahmat Allah

Pentingnya Meminta Keteguhan Iman

Oleh karena itu, semakin tinggi agama kita, semakin kita butuh berdoa untuk keteguhan iman kita.

Sebagaimana dicontohkan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ummu Salamah istri beliau mengatakan: Dahulu doa Nabi Shollallohu alaihi wasallam yang paling banyak adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, TEGUHKANLAH hatiku di atas agamaMu”.

[HR. Tirmidzi: 3522, disahihkan oleh Syeikh Albani].

Ditulis oleh Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

The post Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/orang-baik-bukan-berarti-bebas-cobaan/feed/ 0
Siapa Bilang Jilbab Tidak Wajib? https://www.septyanwidianto.web.id/siapa-bilang-jilbab-tidak-wajib/ https://www.septyanwidianto.web.id/siapa-bilang-jilbab-tidak-wajib/#respond Sat, 25 Jan 2020 02:00:27 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1268 Siapa bilang jilbab tidak wajib? Oleh. Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi Fenomena Orang Berani Menentang Syariat Islam Baru-baru ini, ada lagi manusia yang berani menggugat syariat Islam, dengan entengnya dia mengatakan bahwa jilbab bagi wanita muslimah tidaklah wajib. Ini bukanlah hal baru dan aneh lagi di negeri ini. Sebelumnya, sudah ada beberapa tokoh liberal yang ...

Read moreSiapa Bilang Jilbab Tidak Wajib?

The post Siapa Bilang Jilbab Tidak Wajib? appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Siapa bilang jilbab tidak wajib?

Oleh. Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi

Fenomena Orang Berani Menentang Syariat Islam

Baru-baru ini, ada lagi manusia yang berani menggugat syariat Islam, dengan entengnya dia mengatakan bahwa jilbab bagi wanita muslimah tidaklah wajib.

Ini bukanlah hal baru dan aneh lagi di negeri ini. Sebelumnya, sudah ada beberapa tokoh liberal yang berani dan lancang mengatakan jilbab tidak wajib, diantaranya yang paling vokal adalah Dr. Quraish Shihab.

Dr. Quraish Shihab menulis buku berjudul “Jilbab Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama masa lalu dan Cendekiawan Kontemporer” cetakan Lentera Hati, Jakarta, untuk menuangkan ide pemikiran nyelenehnya yang penuh syubhat.

Alhamdulillah, buku tersebut sudah dibantah oleh Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA (Doktor Syariah Islam Universitas Al-Azhar, Kairo) secara ilmiyyah dalam bukunya “Jilbab Menurut Syar’iat Islam” (Meluruskan Pandangan Prof. Dr. Quraish Shihab)” cet Cakrawala Publishing, Jakarta.

Dari judulnya saja, kita sudah dapat menilai bahwa Dr. Quraish ingin menampakkan bahwa masalah kewajiban jilbab adalah masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) yang dibolehkan sehingga dia membandingkan pendapat para ulama dahulu yang bersepakat tentang wajibnya jilbab yang menutupi aurat wanita dengan pendapat sampah sebagian kalangan yang ingin menghidupkan budaya Jahiliyyah untuk menanggalkan jilbab seperti Qasim Amin, al-Asmawai dan lain sebagainya!!

Baca juga: Hijab Itu Ibadah Bukan Adat Arab

Inilah salah satu contoh metode rusak (mencari-cari ketergelinciran ulama dengan alasan kemudahan dan perbedaan) yang diterapkan Dr. Quraish Shihab.

Ucapan Nyleneh dari Dr. Quraish

Diantara ucapan Dr. Quraish adalah:

“Boleh jadi dapat dinilai sebagai pembenaran atas pendapat yang menyatakan bahwa yang terpenting dari pakaian adalah yang menampilkan mereka dalam bentuk terhormat, sehinggat tidak mengundang gangguan dari mereka yang usil”. (Jilbab Pakaian Wanita Muslimah hlm. 166-167).

Dia juga mengatakan: “Namun dalam saat yang sama kita tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan setengah tangannya bahwa mereka secara pasti telah melanggar petunjuk agama. Bukankah Al-Qur’an tidak menyebut batas aurat? Para ulamapun ketika membahasnya berbepa pendapat?” (Jilbab Pakaian Wanita Muslimah hlm 174)

Bahkan, dengan nada menghina wanita-wanita berjilbab sesuai tuntunan agama, Dr. Quraish menulis:

“Pakaian longgar, berwarna hitam yang tidak menampakkan kecuali sepasang bahkan sebiji bola mata yang juga tidak jarang ditutup dengan kaca mata hitam, sungguh tidak mengandung nilai-nilai kecantikan dan hiasan. Penulis tidak akan berkata seperti tulis beberapa orang bahwa pakaian seperti yang diwajibkan oleh sementara ulama itu, menjadikan wanita tampil seperti sosok hantu atau bahwa pakaian itu seperti kafan dan menjadikan pemakaianya bagaikan mayat-mayat yang berjalan. Sama sekali penulis tidak akan berkata demikian”. (Jilbab Pakaian Wanita Muslimah hlm. 104)

Karena pendapat sang Prof ini dan fakta putrinya yang tidak mengenakan Jilbab sehingga dijadikan legitimasi oleh salah satu Majalah tentang tidak perlunya wanita mengenakan jilbab, sehingga pada 22 Maret 2005, menulis judul cover “TERHORMAT MESKI TANPA JILBAB”.

Allah Mewajibkan Wanita Muslimah Memakai Jilbab

Saya tidak perlu membantah secara luas ucapan-ucapan kacau di atas, silahkan para pembaca merujuk kepada bantahan Dr. Ahmad Zain an-Najah yang telah saya isyaratkan tadi dan sebagiannya telah kita bantah dalam penjelasan kerusakan metode Dr. Quraish Shihab di atas tadi.

Baca juga: Meninggalkan Perintah Lebih Besar Dosanya Daripada Melanggar Larangan

Cukuplah bagi kita ketegasan Allah Ta’ala yang telah mewajibkan kepada segenap wanita muslimah yang telah mencapai usia baligh untuk memakai jilbab.

Hal ini termaktub dalam al-Qur’an:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mukmin, hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab: 59)

Ayat yang mulia ini secara tegas dan jelas menunjukkan bahwa jilbab merupakan perintah dan syari’at Alloh Ta’ala kepada segenap wanita muslimah, bukan seperti yang didengungkan sebagian kalangan –termasuk Dr. Quraish- yang menilai bahwa hal itu disesuaikan dengan budaya dan zaman yang berbeda-beda antara satu zaman dengan zaman dan antara negera dengan negera lain.

Yakinlah bahwa pendapat apapun yang menyelisihi ketegasan Al-Qur’an, hadits dan ijma’ para ulama maka itu adalah pendapat yang bathil siapapun pelontarnya dan seindah apapun uraian kata-katanya.

Kriteria Jilbab Syar’i

Dan berdasarkan penelitian para ulama dapat disimpulkan bahwa jilbab yang syari’ itu harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan (ada perselisihan, sekalipun menutupnya lebih utama).
  2. Tidak ketat sehingga menggambarkan lekuk tubuh.
  3. Tidak tipis/transparan/tembus pandang sehingga menampakkan kulit tubuh.
  4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
  5. Tidak menyerupai pakaian khas wanita kafir.
  6. Tidak mencolok dan menarik perhatian.
  7. Tidak diberi parfum dan wewangian.

(Baca Jilbabul Marah Muslimah karya Syeikh Al Albani).

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

The post Siapa Bilang Jilbab Tidak Wajib? appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/siapa-bilang-jilbab-tidak-wajib/feed/ 0
Ikutilah Syariat Jangan Ikuti Kebanyakan Orang https://www.septyanwidianto.web.id/ikutilah-syariat-jangan-ikuti-kebanyakan-orang/ https://www.septyanwidianto.web.id/ikutilah-syariat-jangan-ikuti-kebanyakan-orang/#respond Fri, 24 Jan 2020 02:00:53 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1265 Ikutilah Syariat, Jangan Ikuti Hawa Nafsu Kebanyakan Orang. Syaikh Muhammad Attamimi rahimahullah berkata: “Jika kamu merasa berat untuk menyelisihi hawa nafsu manusia, maka cobalah renungkan firman Allah ini: ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas ...

Read moreIkutilah Syariat Jangan Ikuti Kebanyakan Orang

The post Ikutilah Syariat Jangan Ikuti Kebanyakan Orang appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Ikutilah Syariat, Jangan Ikuti Hawa Nafsu Kebanyakan Orang.

Syaikh Muhammad Attamimi rahimahullah berkata:

“Jika kamu merasa berat untuk menyelisihi hawa nafsu manusia, maka cobalah renungkan firman Allah ini:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksaan Allah…” [QS Al-Jatsiyah 18-19]

(Ar-Rosail Asy Syakhshiyah hal 256)

Ustadz Badru Salam, Lc.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

The post Ikutilah Syariat Jangan Ikuti Kebanyakan Orang appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/ikutilah-syariat-jangan-ikuti-kebanyakan-orang/feed/ 0
Manusia Paling Kuat https://www.septyanwidianto.web.id/manusia-paling-kuat/ https://www.septyanwidianto.web.id/manusia-paling-kuat/#respond Thu, 23 Jan 2020 02:00:52 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1247 Manusia yang paling kuat. Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan: “Kekuatun itu seluruhnya terletak pada tawakkal kepada Allah, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf: ‘Siapa yang ingin menjadi manusia paling kuat, maka bertawakkallah dia kepada Allah'”. ( Zadul Ma’ad 2/331 ) Alasannya: Karena tawakkal pada hakekatnya adalah menyandarkan diri kepada Allah setelah melakukan usaha. Dan kita tahu ...

Read moreManusia Paling Kuat

The post Manusia Paling Kuat appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Manusia yang paling kuat.

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan:

“Kekuatun itu seluruhnya terletak pada tawakkal kepada Allah, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf: ‘Siapa yang ingin menjadi manusia paling kuat, maka bertawakkallah dia kepada Allah'”.

( Zadul Ma’ad 2/331 )

Alasannya:

Karena tawakkal pada hakekatnya adalah menyandarkan diri kepada Allah setelah melakukan usaha.

Dan kita tahu bahwa Allah adalah Dzat yang maha kuat, maha berkuasa, maha kaya, dan tidak mungkin menyelisihi janji-Nya.

Bahkan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang sangat banyak dan tidak mungkin diketahui semuanya oleh makhluk-Nya.

Oleh karena itu, selemah apapun keadaan makhluk, dia akan menjadi sangat kuat, teguh, dan kokoh, JIKA BERSANDAR KEPADA ALLAH yang memiliki sifat-sifat sebagaimana tersebut di atas..

Jika dia benar-benar bertawakkal kepada Allah setelah melakukan usaha; tentunya, Allah akan selalu menolongnya, menguatkannya, dan memudahkan urusannya.

Tidak mungkin Allah menyia-nyiakannya.

Ditulis oleh Ustadz Dr. Musyaffa’ ad Dariny M.A.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

The post Manusia Paling Kuat appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/manusia-paling-kuat/feed/ 0
Rumah Tangga Bukan Dongeng Cinderella https://www.septyanwidianto.web.id/rumah-tangga-bukan-dongeng-cinderella/ https://www.septyanwidianto.web.id/rumah-tangga-bukan-dongeng-cinderella/#respond Wed, 22 Jan 2020 02:00:24 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1242 Rumah tangga bukan dongeng Cinderella. Ustadz. Abu Abd rahman bin Muhammad Suud al Atsary حفظه الله تعالى Kebahagiaan Tertinggi Orang Tua Kebahagian tertinggi orang tua adalah ketika melepas putra putrinya untuk merajut rumah tangga. Sebagaimana juga kebahagiaan seorang gadis ketika ia mendambakan untuk bersanding dg seorang “pangeran” dalam hidupnya untuk menuntun dan juga “menjadi imamnya”. ...

Read moreRumah Tangga Bukan Dongeng Cinderella

The post Rumah Tangga Bukan Dongeng Cinderella appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Rumah tangga bukan dongeng Cinderella.

Ustadz. Abu Abd rahman bin Muhammad Suud al Atsary حفظه الله تعالى

Kebahagiaan Tertinggi Orang Tua

Kebahagian tertinggi orang tua adalah ketika melepas putra putrinya untuk merajut rumah tangga.

Sebagaimana juga kebahagiaan seorang gadis ketika ia mendambakan untuk bersanding dg seorang “pangeran” dalam hidupnya untuk menuntun dan juga “menjadi imamnya”.

Ini Adalah Nasehat

Wahai saudariku, wahai saudaraku.

Aku tidak akan membebanimu untuk mengecek penomoran hadits atau ayat.

Aku tidak akan memberatkanmu dengan teori-teori seputar rumah tangga atau tumpukkan kitab yang membahas rumah tangga, karena semua itu telah engkau pelajari di majelis ilmu.

Hanya saja, dengan coretan tulisanku ini, ingin sedikit memberimu ‘siraman embun’, nasehat dan wasiat, baik engkau akan dan sedang atau telah menjalani prosesi berumah tangga.

Semoga nasehatku mengalir, mewakili ucapan lisanku yang tentu engkau, wahai saudaraku mengetahui, bahwa lisanku tidak selancar tulisanku karena bawaan lahir.

Aku mengharap keikhlasan dan nasehatku di terima oleh hati, karena apa yang dari hati akan di terima oleh hati.

Aku adalah suami dari seorang istri yang telah 14 tahun berjalan menempuh rumah tangga, juga kakak dari seorang adik wanita dan adik dari seorang kakak wanita yang aku mencintai mereka semua, juga paman dari empat keponakan wanita (di Surabaya dan Bandung).

Dengarkanlah sedikit nasehatku,
Bila engkau melihat aku layak untuk itu, nasehat yang tulus dan jelas.

Sebagian gadis, akhwat, wanita…. (dengan segala ke-lugu-annya).

Terutama yang telah megenal kata “hijrah”, terlalu tinggi imajinasi, dan impiannya.

Gambaran dipelupuk mata mereka adalah prosesi hijrah, ganti casing, berjilbab besar, bahkan bercadar…
lalu, akan bertemu seorang pangeran (yang juga sudah ngaji), menjalin “taaruf”, menikah, ” dan hidup bahagia selamanya”

Ternyata, “kartun romantis” yang mereka lihat di televisi telah meliputi pemikiran mereka.
Sehingga mereka, tidak mau bangun dari “tidur” dari khayalan “dunia awan”.

Intinya, banyak yang mengira “rumah tangga itu, putri dan pangeran hidup bahagia selamanya”.

Sehingga, ketika kaki mereka telah turun dari khayalan dan “dunia sepatu kaca”, lalu menapaki sebuah mahligai rumah tangga nyata, di alam yang bisa dirasa.

“Keterkejutan” dan “syok” meliputi hati.
“Kok begini, kok begitu, tidak seperti ini rumah tangga yang aku idamkan dan hayalkan !!!”

Sebuah protes dari hidup khayalan ketika bertemu dengan kenyataan.

Ketahuilah….

Kehidupan Rumah Tangga Seperti Ini

Rumah Tangga Adalah Janji Kokoh

Rumah tangga adalah ‘janji kokoh’ yang berisi kepemimpinan, kedewasaan, membimbing, pengorbanan, getir, pahit, dan manis sekaligus.

Ia bukan mimpi di siang hari, atau dunia “peri” dan barbie, sebagaimana hayalan pemuda pemudi hari ini.

Bukan pertemuan tidak segaja, lalu pandangan mata turun ke hati, hadiah sepatu kaca, istana, dan memadu kasih setiap hari.
Jauhkan ilusi semacam itu !!

Engkau tidak hidup di awang-awang, wahai saudaraku.

Rumah Tangga Adalah Ilmu

Rumah Tangga adalah ilmu, yakni engkau harus berilmu, sebelum memasukinya.

Rumah Tangga Adalah Tanggung Jawab

Rumah Tangga adalah tangung jawab, yakni engkau berkewajiban membawa keluarga mu menuju Allah dan ridhaNya.

Rumah Tangga Adalah Pengorbanan

Rumah Tangga adalah pengorbanan, tetesan peluh, perhatian, temaramnya mata menahan kantuk karena menjaga bayi yang dilahirkan oleh istrimu dan juga popoknya.

Rumah Tangga Adalah Bagaimana Menjadi Imam

Rumah Tangga adalah bagaimana engkau menjadi imam bagi istri dan putra putrimu.

Rumah Tangga Adalah Kebijaksanaan

Rumah Tangga adalah kebijaksanaan ditengah badai yang mungkin berakibat guncangan, baik karena keuangan, masalah dengan mertua, anak, suami, istri atau tetangga.

Rumah Tangga Adalah Ekspresi

Rumah Tangga adalah senyuman, kesedihan, dan derai air mata sekaligus dan setiap saat.

Rumah Tangga Adalah Kesiapan Bersabar

Rumah Tangga adalah kesiapanmu bersabar membangunkan anggota keluargamu untuk shalat, bangun sahur, dan mengajari mereka Al Quran dan sunnah Nabi nya shalallahu alaihi wa salam.

Rumah Tangga Adalah Cobaan Mengingat Majelis Ilmu

Rumah Tangga adalah engkau ditengah kesibukanmu masih mengingat majelis ilmu dan mendatanginya.

Kehidupan Rumah Tangga Bukanlah Seperti Ini

Hanya Sekadar Membuat Anak

Bukan rumah tangga, sekedar, “buat anak”, beri belanja, lalu selesai.

Tidak Hanya Membuat Sarapan

Atau engkau bangun di dini hari, memasakkan air panas untuk teh dan sarapan suamimu yang mau berangkat kerja lalu engkau bersiap sopping dengan teman-temanmu.

Hanya Dibantu Oleh ART

Atau engkau serahkan semua kesulitan, rengekan, dan riuhnya bayi bayimu pada pelayanmu agar “kuku dan kulit” terjaga kehalusannya sampai-sampai engkau tidak mengetahui perbedaan kunyit dan jahe serta laos, bisamu hanya berhias, jalan jalan, dan foto-foto.

Hanya Menyerahkan Masalah Pada Pasangan

Atau bisamu saat menemui kesulitan engkau serahkan pada pasanganmu lalu engkau cuci tangan dan menyembunyikan diri layaknya wanita dan kehilangan -kelelakianmu-di depan sebuah masalah.

Menutup Mata Dari Kesulitan Pasangan

Atau menutup mata dari kesulitan pasanganmu dengan gadget diatas pembaringan dengan segudang game, sampai-sampai istrimu tidak bisa berhias untukmu secara wajar dan “beruban” sebelum waktunya karena kekanak-kanakanmu dalam ‘memimpin’ bahtera.

Engkau tidak bisa jadi imam yang baik sebagaimana istri tidak bisa menjadi istri yang baik karena sedikitnya ilmu, pengorbanan dan tingginya khayalan.

Sehingga kaki tidak pernah terinjakkan ke bumi.

Tidak ada kasih sayang, rahmat, atau nasehat dalam rumah tangga, semua “warga rumah tangga” mendayung dengan berbeda arah lalu terhempaslah biduk dan runtuhlah penumpang kedasar jurang neraka, Nasalullaha salama wal afiah.

Semoga Rumah Tangga kita adalah Rumah Tangga diatas iman, ilmu, kedewasaan, tangung jawab, dan pengorbanan.

Ya Allah berkahi Rumah Tangga kami, dan kumpulkan kami bersama para shalihin.

Artikel: SeptyanWidianto.web.id

The post Rumah Tangga Bukan Dongeng Cinderella appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/rumah-tangga-bukan-dongeng-cinderella/feed/ 0
Kokoh dan Istiqamah Di Atas Agama https://www.septyanwidianto.web.id/kokoh-dan-istiqamah-di-atas-agama/ https://www.septyanwidianto.web.id/kokoh-dan-istiqamah-di-atas-agama/#respond Tue, 21 Jan 2020 02:00:18 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1238 Kokoh dan Istiqamah di Atas Agama. Keutamaan Istiqamah di Atas Agama As Syaikh Prof. DR. Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhailiy Hafidzahullah Ta’ala: Keutamaan Istiqamah diatas Agama terdapat dalam banyak nash Al Quran dan Sunnah diantaranya, Firman Allah Ta’ala: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي ...

Read moreKokoh dan Istiqamah Di Atas Agama

The post Kokoh dan Istiqamah Di Atas Agama appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Kokoh dan Istiqamah di Atas Agama.

Keutamaan Istiqamah di Atas Agama

As Syaikh Prof. DR. Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhailiy Hafidzahullah Ta’ala:

Keutamaan Istiqamah diatas Agama terdapat dalam banyak nash Al Quran dan Sunnah diantaranya, Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Rabb kami adalah Allah. kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Qs. Fusshilat : 30)

Dan FirmanNya juga:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”. (Qs. Al Ahqaf : 13).

Dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِاللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهَ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ، قُلْ لِيْ فِيْ اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Dari Sufyan bin Abdillâh At Tsaqafi radhiyallahu anhu, Aku berkata, Ya Rasulullah! Katakanlah kepadaku dalam Islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang selain engkau. Beliau menjawab: “Katakanlah, Aku beriman kepada Allah Azza wa Jalla, kemudian istiqamahlah”. (HR. Muslim mo. 38)

Baca juga: Istiqamah dan Bersabarlah Anda Diatas Islam

Dalam ayat dan hadits tersebut menjelaskan hakikat istiqamah, yaitu istiqamah diatas keimanan yang mencakup rukun iman, istiqamah diatas rukun islam dan seluruh syariat-syariat islam lainnya.

Istiqamah diatas agama adalah tuntutan dan tujuan syar’i, karena kokoh dan istiqamah bukanlah sekedar angan-angan dan pengakuan belaka tapi harus dibuktikan dengan mewujudkan Iman disertai amalan.

Tingkatan Istiqamah

Ada empat tingkatan dalam istiqamah:

1. Kokoh dan Istiqamah Di Atas Prinsip Islam

Kokoh dan Istiqamah diatas prinsip islam, yang lawannya adalah murtad dan kufur.

Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengingatkan bahaya fitnah yang dapat menjadikan seseorang murtad dan kafir:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِـي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا

“Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir di sore hari, di sore hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari”. (HR. Abu Dawud no. 4259 dan Ibnu Majah no. 3961 shahih)

Berbagai macam fitnah dalam perkara aqidah, fitnah dunia, harta dan wanita.

Maka murtad dari islam bisa saja hanya dengan satu kalimat yang diucapkan, sebagaimana yang diingatkan Nabi:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللَّهِ، لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا، فَيَهْوِي بِهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Bisa jadi seseorang mengatakan satu kalimat yang dimurkai Allah, suatu kalimat yang menurutnya tidak apa-apa. Akan tetapi, dengan sebab kalimat itu dia jatuh ke neraka selama tujuh puluh tahun”. (HR. Tirmidzi no. 2314 shahih)

Begitu juga kemurtadan bisa saja disebabkan karena satu pandangan yang haram, sebagaimana yang diceritakan Ibnul Jauzi dalam kitabnya “At Tsabat Indal Mamat“.

Bahwa ada seorang pemuda yang bertugas mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, karena adzan zaman dulu tidak memakai pengeras suara maka tempat adzan adalah di menara/atas masjid agar suara terdengan lebih jauh. Pada suatu hari ketika sedang adzan tidak sengaja melihat seorang wanita tetangga masjid yang sedang mandi maka pemuda ini jatuh cinta padanya.

Baca juga:Sebab Istiqamah dan Kebahagiaan

Kemudian iapun memberanikan diri mengetuk pintu rumah wanita tersebut, dan mengungkapkan perasaannya kepada wanita itu. tetapi wanita ini memiliki syarat seraya berkata:

“Kalau engkau benar cinta dan ingin menikahi aku maka aku punya syarat yaitu engkau harus pindah agama menjadi nashara dan mengumumkan kepada manusia dengan suara keras (karena wanita ini adalah seorang nashraniyah), akhirnya dia pun rela menjual dan menukar agamanya dan murtad dari islam, ketika selesai mengumumkan bahwa dirinya sekarang nashara tidak lama iapun terjatuh dan meninggal dunia.

Perhatikanlah! Bahwa sebab pandangan yang haram dapat merusak istiqamah seseorang.

2. Kokoh dan Istiqamah di Atas Sunnah

Kokoh dan istiqamah diatas sunnah, dan lawannya adalah bid’ah.

Perkara yang sangat berbahaya bagi umat ini setelah kekufuran adalah bid’ah. Nabi shallallahu alaihi wasallam menyebutkan tentang kelompok khawarij dalam haditsnya:

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ

“Di akhir zaman nanti, akan mucul suatu kaum yang umur mereka masih muda belia dan akal mereka pun masih bodoh. Mereka mengatakan sesuatu yang baik (namun untuk tujuan keburukan). Mereka juga membaca Al Quran, namun tidak sampai melewati batas kerongkongan. Mereka keluar dari Din Islam sebagaimana meluncurnya anak panah dari buruanya”. (HR. Bukhari no. 3611 dan Muslim no. 1066).

Ulama berselisih pendapat dalam menafsirkan perkataan Nabi:

يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ

“Mereka keluar dari Din Islam”.

Sebagian berpendapat adalah murtadz dan kufur dari islam.
Sebagian lain berpendapat bahwa itu bukan murtad dari agama, tetapi keluar dari sunnah menuju bid’ah.

Bid’ah terbagi menjadi 2 tingkatan:

  • Bid’ah Mukaffirah: Bid’ah yang menyebabkan pelakunya dihukumi keluar dari islam.
  • Bid’ah Mufassiqah: Bid’ah yang pelakunya tidak dihukumi keluar dari islam, tetapi berada dalam bahaya.

Kemudian pembagian lain Bid’ah juga ada 2:

  • Bid’ah Haqiqiyah: Perkara baru “ibadah” yang jelas-jelas tidak dicontohkan Nabi dan para shahabat.
  • Bid’ah Idhafiyyyah : Perkara ibadah yang asalnya dicontohkan Nabi kemudian ditambah inovasi sendiri. (Seperti : Berdzikir -hukum asal diperintahkan dan dicontohkan Nabi- kemudian ditambah inovasi dengan pakai tarian dan alat musik, maka ini menjadi bid’ah idhafiyah).

Baca juga: Sebab-Sebab Terjatuh Pada Kebid’ahan

Semua macam bid’ah ini tercela dalam agama.

Maka wajib berhati hati dari perkara bid’ah.

3. Kokoh dan Istiqamah di Atas Ketaatan

Kokoh dan istiqamah diatas ketaatan, dan lawannya adalah kemaksiatan.

Dua Macam Maksiat

Maksiat ada dua macam:

1. Kabaair

Dosa-dosa besar, yaitu yang diancam oleh Allah dan RasulNya dengan hukuman had di dunia dan ancaman neraka di akhirat, atau dosa-dosa yang dilaknat.

2. Shagaair

Dosa-dosa kecil, yaitu tidak sampai tingkatan kabaair, akan tetapi perkara ini tidak boleh diremehkan, karena sekecil apapun dosa akan berakibat buruk bagi seseorang. Sebagaimana firmanNya:

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (Qs. Al Muthaffifin : 14)

4. Kokoh dan Istiqamah di Atas Sunnah

Kokoh dan istiqamah diatas amalan-amalan sunnah yang pernah dikerjakan, dan lawannya adalah futur, malas beramal sunnah.

Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengingatkan Abdullah bin Amru bin Al Ash radiyallahu anhuma:

يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti fulan, yang dia biasa mendirikan shalat malam namun kemudian meninggalkan shalat malam”. (HR. Bukhari no. 1152).

Aisyah radiyaAllahu anha menceritakan tentang amalan Nabi shallallahu alaihi wasallam :

كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً

“Bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam selalu mengerjakan amalan secara berkesinambungan”. (HR. Bukhari no. 6466 dan Muslim no. 783).

Maka kita memohon kepada Allah semoga senantiasa diberi taufiq untuk istiqamah diatas agamanNya dan dijauhkan dari segala fitnah.

Ditulis oleh Ustadz Muhammad Alif, Lc. ( Alif El-Qibty )

Catatan ringkas dari Faidah Tablig Akbar Masjid Al Barkah Cileungsi Bogor, 15/01/20 M
Semoga bermanfaat dan menjadi sebab kita bisa terus istiqamah diatas Tauhid dan Sunnah.

The post Kokoh dan Istiqamah Di Atas Agama appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/kokoh-dan-istiqamah-di-atas-agama/feed/ 0
Hutang Tak Berniat Bayar https://www.septyanwidianto.web.id/hutang-tak-berniat-bayar/ https://www.septyanwidianto.web.id/hutang-tak-berniat-bayar/#respond Mon, 20 Jan 2020 02:00:16 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1234 Hutang tak berniat membayar. Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al ...

Read moreHutang Tak Berniat Bayar

The post Hutang Tak Berniat Bayar appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Hutang tak berniat membayar.

Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

The post Hutang Tak Berniat Bayar appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/hutang-tak-berniat-bayar/feed/ 0
Anda Galau? Hindari dan Jauhi Dua Hal Ini https://www.septyanwidianto.web.id/anda-galau-hindari-dan-jauhi-dua-hal-ini/ https://www.septyanwidianto.web.id/anda-galau-hindari-dan-jauhi-dua-hal-ini/#respond Sun, 19 Jan 2020 02:00:10 +0000 https://www.septyanwidianto.web.id/?p=1226 Hindari dan Jauhi dua hal ini agar anda tidak galau. Dua Hal Yang Menyebabkan Galau Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan: “Kekhawatiran, kegalauan, dan kesedihan itu datangnya dari dua arah: Salah satunya: dari cinta dunia dan terlalu berhasrat kepadanya. Yang kedua: dari kurangnya amal kebaikan dan ketaatan”. (Kitab: Uddatus Shabirin, hal: 317) Bahagia Bukan Karena Harta Oleh ...

Read moreAnda Galau? Hindari dan Jauhi Dua Hal Ini

The post Anda Galau? Hindari dan Jauhi Dua Hal Ini appeared first on Septyan Widianto.

]]>
Hindari dan Jauhi dua hal ini agar anda tidak galau.

Dua Hal Yang Menyebabkan Galau

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan:

“Kekhawatiran, kegalauan, dan kesedihan itu datangnya dari dua arah:

  • Salah satunya: dari cinta dunia dan terlalu berhasrat kepadanya.
  • Yang kedua: dari kurangnya amal kebaikan dan ketaatan”.

(Kitab: Uddatus Shabirin, hal: 317)

Bahagia Bukan Karena Harta

Oleh karenanya, kebahagian itu sebenarnya BUKAN KARENA HARTA ATAU NIKMAT DUNIA.

Betapa banyak orang yang bergelimang harta dan nikmat dunia, tapi hatinya kering dan tidak merasakan kebahagiaan dan ketenangan.

Itulah diantara sebab mengapa dunia dikatakan menipu, seakan dia yang membahagiakan, padahal kenyataannya tidak demikian.

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

(QS. Luqman Ayat 33)

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

(QS. Attaubah:55).

Kebahagian Karena Hati Bergantung Hanya Kepada Allah

Kebahagiaan itu karena HATI kita sudah tidak lagi bergantung kepada apapun selain kepada Allah..

ketika HATI merasa begitu dekat dengan Allah yang paling dicinta.

Kebahagiaan itu ketika HATI kita bersih dan ‘kenyang’ dengan asupan yang tepat untuk kebahagiannya.. yaitu dzikir dan amal ketaan kepada Allah ta’ala.

Sebagaimana dalam firman-Nya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

[QS. Arra’d: 28]

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ

“Siapapun yang beramal saleh dalam keadaan beriman, baik pria maupun wanita, maka Kami benar-benar akan jadikan baginya kehidupan yang baik”.

[Q.S An-nahl: 97].

Ditulis oleh Ustadz Dr. Musyaffa’ ad Dariny, M.A.

The post Anda Galau? Hindari dan Jauhi Dua Hal Ini appeared first on Septyan Widianto.

]]>
https://www.septyanwidianto.web.id/anda-galau-hindari-dan-jauhi-dua-hal-ini/feed/ 0