Septyan Widianto

Catatan Harian Septyan

Artikel Islami

Hukum Menggulung Pakaian Saat Shalat

Dalam hadist Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ – وَالْيَدَيْنِ ، وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ ، وَلاَ نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: (1) Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), (2,3) telapak tangan kanan dan kiri, (4,5) lutut kanan dan kiri, dan (6,7) ujung kaki kanan dan kiri. Dan kami dilarang mengumpulkan pakaian dan rambut. ” (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490).

Imam Nawawi rahimahullah berkata: Ulama’ bersepakat tentang larangan seseorang shalat sedangkan pakaiaan atau lengan bajunya tergulung. Semua ini terlarang dengan kesepakatan ulama’, Makruh di sini adalah makruh Tanziih ( bukan keharaman.pent ), seandainya seseorang shalat dan keadaannya seperti itu maka dia telah berbuat buruk akan tetapi shalatnya tetap sah.(Al-Minhaaj syarh shahih Muslim bin Al-hajjaaj oleh Imam An-Nawawi 4/209).

Lantas bagaimana jika kita memakai celana yang isbal (menjulur di bawah mata kaki) dan supaya tidak isbal, maka celana pun dilipat. Apakah seperti itu dibolehkan?

Isbal jelas sudah ada larangannya bagi laki-laki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kain yang berada di bawah mata kaki itu berada di neraka.” (HR. Bukhari no. 5787)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *