Septyan Widianto

Catatan Harian Septyan

Mutiara Salaf

Ilmu Bermanfaat

Berkata Al Imam Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah :

مِن عَلامَات العِلْمِ النَّافِع؛ أنَّه يَدُلّ صَاحبَه عَلَى الهَربِ مِن الدُّنْيَا، وَأَعظَمها الرِّياسَةُ وَالشُّهرَة وَالمَدْح.
وَإنَّ صَاحِب العِلْمِ النَّافِع لَا يدَّعِي العِلْمَ وَلَا يَفْخرُ بِه عَلَى أَحدٍ، وَلَا ينْسِبُ غَيرَه إِلَى الجَهلِ إلَّا مَن خَالفَ السُّنةَ وأَهلَهَا فَإنَّه يَتَكلَّم فِيه غَضْباً لِلهِ، لَا غَضْبًا لنَفْسِهِ وَلَا قَصْدًا لِرفعَتِهَا علَى أَحَدٍ.

Diantara tanda ilmu yang bermanfaat adalah membimbing ( pemiliknya ) untuk lari dari ( tipu daya ) dunia, terutama kekuasaan, ketenaran dan pujian.

Karena sesungguhnya orang yang memiliki ilmu bermanfaat :

  1. Tidak pernah mengaku punya ilmu
  2. Tidak menyombongkan ilmunya kepada siapapun
  3. Tidak menuduh orang lain bodoh kecuali yang menyimpang dari sunnah dan Ahlis sunnah.

Maka dia boleh membicarakan keburukan/penyimpangan orang tersebut karena Allah, bukan untuk membela dirinya atau merasa lebih dari orang lain”.


Ringkas kitab. Fadhlu ilmis salaf ala ilmil khalaf, halaman 85 – 86. Tahqiq Syaikh Muhammad Nashir Al ‘Ajmi hafidzahullah.

Ust. Alif El-Qibty hafidzahullah.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *