Septyan Widianto

Catatan Harian Septyan

Mutiara Salaf

Kelapangan dan Keluasan Dengan Ilmu

Berkata Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :

الْعِلْمُ فَإِنَّهُ يَشْرَحُ الصَّدْرَ وَيُوَسِّعُهُ حَتَّى يَكُونَ أَوْسَعَ مِنَ الدُّنْيَا، وَالْجَهْلُ يُورِثُهُ الضِّيقَ وَالْحَصْرَ وَالْحَبْسَ، فَكُلَّمَا اتَّسَعَ عِلْمُ الْعَبْدِ انْشَرَحَ صَدْرُهُ وَاتَّسَعَ، وَلَيْسَ هَذَا لِكُلِّ عِلْمٍ، بَلْ لِلْعِلْمِ الْمَوْرُوثِ عَنِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ الْعِلْمُ النَّافِعُ فَأَهْلُهُ أَشْرَحُ النَّاسِ صَدْرًا، وَأَوْسَعُهُمْ قُلُوبًا، وَأَحْسَنُهُمْ أَخْلَاقًا، وَأَطْيَبُهُمْ عَيْشًا

“Ilmu dapat melapangkan dan meluaskan dada seseorang, bahkan sampai lebih luas dari dunia. Sedangkan kebodohan mewariskan kesempitan dan keterbatasan, maka semakin luas ilmu seorang hamba niscaya semakin lapang dan luas dadanya. Tetapi ini bukan sembarang ilmu, hanya ilmu yang diwarisi dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yaitu ilmu yang bermanfaat. Maka ahlul ilmi adalah orang yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling baik akhlaqnya dan paling bagus kehidupannya”.


Zaadul ma’ad 2/23.

Semoga Allah kabulkan doa kita :

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku”. (Qs. Thaha : 25 – 26).

Ust. Alif El-Qibty

Solo/29/08/19

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *