Septyan Widianto

Catatan Harian Septyan

Mutiara Hadist

Kesempatan Emas di Bulan Dzulhijjah

Ibnu Abbas Radhiallahuanhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ )

“Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,” yakni 10 hari pertama Dzulhijjah.” Para shahabat bertanya: “Tidak juga dari jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Shaum yang dimaksud tentu bukan 10 hari, tetapi hanya sembilan hari, mengingat tanggal 10 Dzulhijjah yang notabene hari ‘Idul-Adlha sudah ijma’ haram shaum. Penyebutan ‘10 hari’ di sini hanya sebagai sebutan nama/identitas.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *