Home / Artikel Islami / Kezaliman Terbesar

Kezaliman Terbesar

Zalim adalah sebuah tindakan yang dirasa sangat tidak mengenakkan. Selama ini kita merasa bullying, ketidakadilan yang diberikan oleh penguasa terhadap rakyat, gaji yang belum memenuhi kehidupan yang layak dan lain sebagainya sebagai sebuah kezaliman terbesar. Lalu, apa sebenarnya kezaliman terbesar, atau apa kezaliman yang paling besar?

Apa itu Zalim?

Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi rahimahullah mengatakan, “Asal makna zalim dalam bahasa Arab adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Siapa saja yang meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya maka dia dikatakan telah berbuat zalim dalam bahasa Arab. Dan sebesar-besar bentuk kezaliman (dalam artian meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya) adalah meletakkan/menujukan ibadah kepada selain Yang menciptakan. Maka barang siapa yang meletakkan ibadah kepada selain Dzat yang menciptakan langit dan bumi itu artinya dia telah meletakkan ibadah bukan pada tempatnya” (lihat al-‘Adzbu an-Namiir min Majalis asy-Syinqithi fit Tafsir, 1/82)

Apa Kezaliman Terbesar?

Allah ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al An’am: 82).

Ketika turun ayat ini para sahabat bersedih, karena mereka semua merasa pernah berbuat zalim kepada dirinya sendiri. Disebutkan dalam hadits:

قُلْنَا: يا رَسولَ اللَّهِ، أَيُّنَا لا يَظْلِمُ نَفْسَهُ؟ قالَ: ليسَ كما تَقُولونَ {لَمْ يَلْبِسُوا إيمَانَهُمْ بظُلْمٍ} [الأنعام: 82] بشِرْكٍ، أَوَلَمْ تَسْمَعُوا إلى قَوْلِ لُقْمَانَ لِابْنِهِ يا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ باللَّهِ إنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Para sahabat berkata: wahai Rasulullah, siapa diantara kami yang tidak pernah berbuat zalim pada dirinya sendiri? Maka Nabi menjelaskan: makna ayat (tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman) tidak sebagaimana yang kalian pahami, namun maksudnya kesyirikan. Bukankah kalian mendengar perkataan Luqman kepada anaknya: “sesungguhnya kesyirikan adalah kezaliman terbesar?”” (Muttafaqun alaih).

Yang dimaksud oleh Nabi shallalahu alaihi wassallam adalah surat Luqman ayat 13, Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”” (QS. Luqman: 13).

Syaikh Shalih as-Suhaimi hafizhahullah berkata, “Kezaliman terbesar adalah syirik kepada Allah. Allah berfirman (yang artinya), “[Luqman berkata] Wahai putraku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar.” (Luqman : 13). Perbuatan zalim itu adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempat yang seharusnya. Dan kezaliman yang paling besar dan paling keji adalah syirik kepada Allah ‘azza wa jalla. Seperti halnya orang yang menengadahkan tangannya kepada para penghuni kubur dan meminta kepada mereka agar dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan dihilangkan berbagai kesulitan yang menghimpit mereka. Maka tidaklah Allah didurhakai dengan suatu bentuk maksiat yang lebih besar daripada dosa kesyirikan.” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh beliau, hal. 14).

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Mengapa syirik disebut sebagai kezaliman? Karena pada asalnya zalim itu adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Sedangkan syirik maknanya adalah meletakkan ibadah bukan pada tempatnya, dan ini adalah sebesar-besar kezaliman. Karena mereka telah meletakkan ibadah pada sesuatu yang bukan berhak menerimanya. Dan mereka menyerahkan ibadah itu kepada yang tidak berhak mendapatkannya. Mereka menyamakan makhluk dengan Sang pencipta. Mereka mensejajarkan sesuatu yang lemah dengan Dzat yang Maha kuat yang tidak terkalahkan oleh sesuatu apapun. Apakah setelah tindakan semacam ini masih ada kezaliman lain yang lebih besar?” (lihat I’anatul Mustafid, 1/77).

Maka kezaliman terbesar adalah kesyirikan terhadap Allah ta’ala.

Disusun oleh: Septyan Widianto (semoga Allah mengampuni dosanya dan kedua orangtuanya) dari berbagai sumber.


Check Also

Ilustrasi Ibadah

Telat Shalat, Telat Segalanya

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA Telat Memiliki Dampak Buruk Kata “telat” kerap identik dengan sesuatu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *